Cara Penularan HIV-AIDS, Pakai Toilet Bersama Termasuk?

Jakarta - Menjelang Hari AIDS Sedunia yang jatuh setiap tanggal 1 Desember, masyarakat Indonesia kembali diajak mengenal lebih dekat sederet cara penularan HIV-AIDS. Agar tak salah paham, lewat apa saja human immunodeficiency virus (HIV) sebetulnya dapat menular?


Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, dr Siti Nadia Tarmizi, MEpid, menerangkan cara penularan HIV yakni lewat hubungan seks berisiko, darah, serta ibu ke bayi. Pasalnya, virus ini terdapat pada darah, cairan sperma, cairan vagina, dan air susu ibu (ASI).


Berikut penjelasan dr Nadia terkait cara penularan HIV-AIDS:


1. Hubungan seks berisiko
Menurut dr Nadia, walau hubungan homoseks laki-laki dengan laki-laki (LSL) disebut memiliki risiko penularan HIV lebih tinggi, hubungan seks yang berisiko baik pada heteroseks atau homoseks sama-sama bisa menjadi cara penularan HIV.


"(Cara mencegah) penularan (HIV) melalui hubungan seks berisiko tentu (cara) satum tidak melakukan hubungan seks berisiko, setia pada satu pasangan. Kedua, menggunakan alat pelindung seperti kondom," terangnya dalam konferensi pers virtual terkait Hari Aids Sedunia 2021, Senin (29/11/2021).


2. Darah
Dari darah, HIV dapat menular melalui alat suntik yang tercemar dan transfusi darah. Maka itu, amat penting untuk tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian. Proses transfusi darah pun memerlukan prosedur filtrasi lebih dulu agar tidak menjadi medium penularan HIV dan penyakit menular lainnya.


Baca juga: Kenali Penyebab HIV-AIDS dan Cara Penularannya


3. Ibu ke bayi
Terakhir, penularan HIV dari ibu ke bayi terjadi melalui kehamilan, melahirkan, dan menyusui. Mengantisipasi risiko tersebut, ibu bisa melakukan pemeriksaan dini agar tak kemudian menular ke anak.


Baca juga: Ingat-ingat! Ini Cara Penularan HIV AIDS


dr Nadia menegaskan, HIV pada dasarnya tidak mudah menular. Bagaimana penjelasannya? Simak di halaman selanjutnya!


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama